Anda Perlu Referensi Informasi Bermanfaat - http://wartabengawan.com - redaksi@intermediasolo.net - 087736223737

InterMedia

Hosting - Domain - Develop Web - Multimedia

Sukoharjo – Dalam rangka agenda advokasi Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK)  menyelenggarakan sinau Bareng Cak Nun dan Kyai Kanjeng di Alun-alun Satya Negara Sukoharjo. Agenda ini merupakan hasil kerjasama antara pemda SUkoharjo dan BKKBN dengan Polres Sukoharjo, Espero dan Poltekkes Bhakti Mulia Sukoharjo. Bupati Sukoharjo berharap melalui agenda advokasi ini akan dapat meningkatkan pengetahuan, pemahaman dalam upaya untuk membangun keluarga sejahtera dilandasi nilai nilai agama yang kuat dan meresponse dengan baik.

Tujuan kegiatan ini adalah dalam rangka menggapai keselamatan hidup bersama, yaitu keselamatan dalam berkeluarga yang ukuran keselamatannya adalah tolok ukur menurut ukuran nilai-nilai Allah kata Sugiyono Direktur Advokasi Informasi dan Edukasi BKKBN Pusat. Kenapa di Sukoharjo? karena di SUkoharjo selalu update tuturnya. BKKBN Pusat juga sudah menyiapkan majalah yang dicetak dan akan diedarkan seluruh Indonesia.

Cak Nun sendiri memaparkan untuk menjadi manusia yang berjiwa ruang dan bukan jiwa perabot. Karena dengan jiwa ruang maka siapapun akan menyesuaikan dengan kita dan bisa menempati ruang kita namun jika kita menjadi jiwa perabot maka perabot tidak bisa disesuaikan.

Ada banyak pertanyaan dari jamaah, salah satunya adalah bahwa program KB sudah dimulai dari jaman Suharto sampai sekarang amsih terus berlangsung. Jumlah anak juga lebih dari 2. Ada juga Fany dari Nguter yang terkena masalah dengan pengadilan yang keluarganya dipenjara. Bupati Sukoharjo Wardoyo menjawab bahwa kasus ini sudah masuk ranah hukum dan bupati tidka bisa berbuat banyak. Namun Cak Nun menyarankan untuk bisa memberikan empati menganalisis apa permasalahannya dan apa yang bisa dibantu oleh bupati untuk sekedar meringankan beban keluarga fany.

Cak Nun juga mengajarkan bahwa hidup ini bukan hanya didunia namun walaupun sudah mati, perencanaan keluarga sampai anak cucu walaupun kita sudah meninggal. DIcontohkan Nabi Muhammad walaupun sudah meninggal sekian lamanya namun sampai sekarang namanya dan ajarannya masih tetap dianut oleh seluruh umat didunia.

DR Bekti Suharto yang merupakan akademisi dari Poltekkes Bhakti Mulia mengatakan bahwa pendidikan ini berlaku sepanjang masa dan itu sesuai dengan konsep Islam. Ada pendidikan formal dan non formal.

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.

Copyright @InterMedia 2014